Kimia Medisinal 15 Hubungan struktur dan kelarutan dengan aktivitas obat

Referensi yang diperoleh seluruhnya merupakan artikel penelitian dalam bahasa inggris dengan jumlah referensi sebanyak 23 artikel. Sistem Klasifikasi Disposisi Obat Biofarmasi (BDDCS) dikembangkan pada tahun 2005 oleh Wu dan Benet yang merupakan modifikasi dari Sistem Klasifikasi Biofarmasi (BCS) (Amidon et al., 1995). BDDCS terdiri dari 4 kelas yang dibedakan dari tingkat kelarutan dan metabolismenya. Benet et.al pada tahu 2011 mengklasifikasikan 927 obat pada kelas BDDCS, yang mencakup 30 metabolit aktif. Sebanyak 897 obat dari obat induk, 23 artikel. 78,8% (707) diberikan secara oral dan didapatkan nilai kelarutan terendah. nilai ini dilaporkan untuk 72,7% (513) dari obat yang diberikan secara oral dengan dosis tercatat. Nilai-nilai yang terukur dilaporkan sebagai persen obat tidak berubah yang diekskresikan dalam urin, LogP, dan Log D7.4 jika tersedia (Benet et al, 2011). Pada tahun 2016, Hosey et.al mengklasifikasikan sebanyak 175 obat ke dalam sistem BDDCS dan mengubah klasifikasi 13 obat (Hosey et.al., 2016).

Komentar

  1. Dari video dikatakan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi proses disposisi obat salah satunya substrat endogen,proses apa yang terjadi sehingga substrat tersebut dapat mempengaruhi disposisi obat?

    BalasHapus
  2. Kemudian bagaimana korelasi antara disposisi obat dengan struktur dan aktivitas obat itu sendiri?

    BalasHapus
  3. Dari video juga dikatakan bahwa obat dosis lebih dari 1 dikatakan kurang larut,hal apa yang bisa menjadi solusi agar obat dapat larut dengan baik?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isb (metode fraksinasi) uji potensi ekstrak etanol dan fraksi N heksan etil asetat air batang serai wangi terhadap bakteri streptoccus mutans